Langkah ke 8 Sapto Satrio Mulyo Hasil Survey Pasangan RINDU Unggul, Pesan Ridwan Kamil : "Jangan Lengah di Hari H" - Teras Cileungsi

Bersama Membangun Kabupaten Bogor

Berbasis Kearifan Lokal

#PolitikTanpaMahar

Hasil Survey Pasangan RINDU Unggul, Pesan Ridwan Kamil : "Jangan Lengah di Hari H"

Ridwan Kamil saat di acara halal bihalal di kediaman Oesman Sapta, pada sabtu (16/6/2018)
Cileungsi, (TerasCileungsi) - Beberapa lembaga survei menyatakan, bahwa elektabilitas pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum berada di urutan teratas jelang Pilkada Jawa Barat 2018.

Di dalam Pilkada Jabar, pasangan nomor urur 1 tersebut melawan pasangan  Hasanuddin-Anton Charliyan, pasangan Sudrajat-Ahmat Syaikhu, dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi.

Kang Emil, betigu panggilan akrab bagi Walikota Bandung ini, mengatakan, keberadaan saksi di tiap tempat pemungutan suara (TPS) menjadi salah satu faktor penting dalam memenangkan pilkada.

Ia mengungkapkan, timnya telah menyiapkan dan melatih saksi-saksi yang akan bertugas di tiap TPS, dan berharap, upaya yang dilakukan saat ini akan memberikan hasil yang maksimal saat Pilkada.

Pemungutan dan penghitungan suara Pilkada Serentak 2018 akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018. Sedangkan rekapitulasi akan dilaksanakan pada 28 Juni 2018.

"Tinggal berdoa saja, sebagai manusia beragama kita berdoa saja agar ikhtiar ini membuahkan hasil. Tapi apapun hasilnya kita sangat iklas karena namanya takdir sudah ada yang mengatur,"  kata Cagub Jabar ini.

Sebelumnya, Hasil survei Litbang Kompas Mei 2018 menunjukkan elektabilitas pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul mencapai 40,4 persen.

Sedangkan pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi 39,1 persen responden pemilih.

Sementara itu, berdasarkan hasil survei Charta Politika Juni 2018, elektabilitas Ridwan Kamil-UU Ruzhanul Ulum berada di urutan pertama, Deddy Mizwar-Dedi Mulyani berada di urutan kedua, menjelang Pilkada Jawa Barat 2018.

Menurut survey, Elektabilitas Ridwan-UU sebesar 37,3 persen. Sementara pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi sebesar 34,5 persen. Sementara dua pasang lainnya berada di posisi ketiga dan keempat. (DE)  

Sapto Satrio Mulyo : Kembali ke Kearifan Lokal


Sebuah pola kehidupan peninggalan Leluhur kita yang banyak dilupakan. Sejatinya, Kearifan Lokal tidak bertolak belakang dengan Modernisasi, tetapi justru sebagai rel atau pijakan kemana arah Bangsa ini akan berlabuh dengan Sehat


Cileungsi yang ber-Kearifan Lokal, pasti lebih maju, Sejahtera Aman Tentram


Bogor Sehat (Sejahtera, Aman dan Tentram )